Meneduh kepada RelungNya

Sambil diiringi musik keroncong, aku duduk menghadap kenangan dan harapan. Sebuah lagu keroncong berjudul Dia Mengerti, liriknya mengajakku berbincang namun aku hanya diam. Masih enggan keluar dari kolam lamunan yang mengisi kelaparanku saat jam makan ini.

 
Siang bolong di beberapa atapnya
Panas menyengat
Menyakiti kulit-kulit sensitif 
Lalu hati menangis menahan perih
 
Awan yang terlalu peduli
Memayungi si cengeng dengan teduh
Sementara saja bertahan lalu lari menguap
Lalu hati kembali menangis menahan perih
 
Si cengeng berlari kencang
Meraung-raung merasakan kulitnya memerah pedih
Menuju sebuah pohon beringin di ujung jalan sana
Tempat burung-burung kecil menaruh kepaknya

Pada naungan dedaunan renik
Nafasnya kembali teratur
Tangisnya tampak mereda
Susah hatinya bubar diserap akar pohon penuh kasih.


Satu lagu ke lagu lainnya masih terus mengalun tenang, menggandeng jiwa-jiwa yang berkelana memanggul bongkah kehampaan.
 
 
 - blu
Bersama siang yang kecewa pada ramalan cuaca.

 
 

Comments

Popular posts from this blog

fine imperfection

Karena Itu

Frown Smile