Karena Itu
Seperti menangis dalam tidur,
yang kuingat mimpiku tidak menyedihkan,
namun sangat berarti.
Seperti menangis dalam mimpi,
terbangun dengan sisa air mata.
Apa yang sebenarnya aku rasakan,
seperti tidak mengenali diriku sendiri.
Bicaralah padaku, diriku sendiri.
Aku akan mendengarkanmu,
karena hanya dirimu yang kupunya,
memiliki satu sama lain.
Angin datang seperti bisikan,
bergantungan di mataku.
Sebentar, ijinkan aku terlelap sebentar saja.
Sangat lelah, semua nampak sama.
Sangat lelah, mungkin ini semua bukan untukku.
Dan kau menatapku memandang dengan kasihan,
aku merasa begitu kecil.
Lalu orang lain melakukan hal yang sama.
Jangan memandangku.
Aku mau melakukan apapun, duduk menikmati perasaan hampa,
dengan bergelas-gelas minuman.
Apapun, menghirup udara dalam-dalam.
Membiarkan dadaku dingin meskipun sejenak saja.
Dalam mimpi aku bermimpi,
namun saat bangun aku sepi lagi.
Apa yang harus kulakukan,
Aku kehilangan arah tanpa harapan.
Tapi ingin kembali berjalan...
Kembali menikmati daun jatuh di setiap perjalanan.
Meskipun lambat, aku ingin kembali berjalan.
- blu
Comments
Post a Comment