Posts

Showing posts from June, 2022

Kindest Alarm

birds chirped early this morning dew covered me like your love darling no alarm, yea I can wake up no alarm, yea I can get up anytime...but you ring me a whatsapp sending me my nickname, read it with your tone we've spent our hard time, hard as stone sekarang aku bergerak setelah sekian minggu berjarak it might not, not my dream sekarang aku bergerak setelah sekian minggu berjarak it might not, not my dream who needs a sentimental letter when we have them, have my back though never ask to pay it back later sekarang aku bergerak setelah sekian minggu berjarak it might not, not my dream with celestial stars, in the most void nights sekarang aku bergerak setelah sekian minggu berjarak hold, hold your dreams with celestial stars, in the most void nights - blu Some people think about you while they're having their breakfast. So, get up. I know it's so hard to even wake up and carry on, but you can do it slowly and it's okay.

Sentinel

tiga rasa gelato memenuhi kepalaku dan menjadikan musim panas berangin sejuk  berada di depanmu, tersenyum hangat seperti pelukan di setiap pertemuan dan tersadar, inilah kenyataan di lautan yang begitu dalam aku sangat ketakutan, bagaimana jika aku tenggelam mencapai kedalaman yang tidak sanggup digapai di lautan yang begitu dalam kau berada di mana-mana memastikan tanganku memegang air laut yang menari "aku akan menjagamu" aku akan baik-baik saja saat itu hujan akan turun langit seketika berubah warna angin berputar bersamaan dengan udara dingin tidak akan pernah ada yang tahu cuaca begitu cepat berubah, seketika seperti cerita-cerita kehidupan "tidak perlu takut" kau bercerita banyak sehingga aku melupakan kekhawatiranku di lautan yang begitu dalam aku sangat ketakutan, bagaimana jika aku tenggelam mencapai kedalaman yang tidak sanggup digapai di lautan yang begitu dalam kau berada di mana-mana memastikan tanganku memegang air laut yang menari "aku akan menj...

Karena Itu

Seperti menangis dalam tidur, yang kuingat mimpiku tidak menyedihkan, namun sangat berarti. Seperti menangis dalam mimpi, terbangun dengan sisa air mata. Apa yang sebenarnya aku  rasakan, seperti tidak mengenali diriku sendiri. Bicaralah padaku, diriku sendiri. Aku akan mendengarkanmu, karena hanya dirimu yang kupunya, memiliki satu sama lain. Angin datang seperti bisikan, bergantungan di mataku. Sebentar, ijinkan aku terlelap sebentar saja. Sangat lelah, semua nampak sama. Sangat lelah, mungkin ini semua bukan untukku. Dan kau menatapku memandang dengan kasihan, aku merasa begitu kecil. Lalu orang lain melakukan hal yang sama. Jangan memandangku. Aku mau melakukan apapun, duduk menikmati perasaan hampa, dengan bergelas-gelas minuman. Apapun, menghirup udara dalam-dalam. Membiarkan dadaku dingin meskipun sejenak saja. Dalam mimpi aku bermimpi, namun saat bangun aku sepi lagi. Apa yang harus kulakukan, Aku kehilangan arah tanpa harapan. Tapi ingin kembali berjalan... Kembali menikma...