Meneduh kepada RelungNya Sambil diiringi musik keroncong, aku duduk menghadap kenangan dan harapan. Sebuah lagu keroncong berjudul Dia Mengerti, liriknya mengajakku berbincang namun aku hanya diam. Masih enggan keluar dari kolam lamunan yang mengisi kelaparanku saat jam makan ini. Siang bolong di beberapa atapnya Panas menyengat Menyakiti kulit-kulit sensitif Lalu hati menangis menahan perih Awan yang terlalu peduli Memayungi si cengeng dengan teduh Sementara saja bertahan lalu lari menguap Lalu hati kembali menangis menahan perih Si cengeng berlari kencang Meraung-raung merasakan kulitnya memerah pedih Menuju sebuah pohon beringin di ujung jalan sana Tempat burung-burung kecil menaruh kepaknya Pada naungan dedaunan renik Nafasnya kembali teratur Tangisnya tampak mereda Susah hatinya bubar diserap akar pohon penuh kasih. Satu lagu ke lagu lainnya masih terus mengalun tenang, menggandeng jiwa-jiwa yang berkelana memanggul bongkah kehampaan. ...
Posts
Showing posts from 2020